Wilayah yang Berpotensi Banjir Bandang karena Cuaca Ekstrem

Wilayah yang Berpotensi Banjir Bandang karena Cuaca Ekstrem

Wilayah yang Berpotensi Banjir Bandang karena Cuaca Ekstrem

Wilayah yang Berpotensi Banjir Bandang karena Cuaca Ekstrem – Banjir bandang atau air bah adalah banjir besar yang datang secara tiba-tiba dengan meluap, menggenangi, dan mengalir deras menghanyutkan benda-benda besar. Banjir ini terjadi secara tiba-tiba di daerah permukaan rendah akibat hujan yang turun terus-menerus

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan terdapat 57 wilayah di Indonesia yang berstatus siaga banjir atau banjir bandang. Hal itu karena dampak dari cuaca buruk seperti hujan lebat.

“Berdasarkan Prakiraan Cuaca Berbasis Dampak (IBF) untuk idn poker deposit pulsa 10rb tanpa potongan dampak banjir/banjir bandang, selama tiga hari ke depan sejak 24 hingga 26 Februari 2021,” lapor BMKG melalui keterangan tertulis yang kami terima, Kamis (25/2/2021).

1. Daftar 57 wilayah siaga banjir atau banjir bandang per 24-26 Februari 2021

Siaga! 57 Wilayah Ini Berpotensi Banjir Bandang karena Cuaca Ekstrem

Berikut ini daftar 57 wilayah yang berstatus siaga banjir atau banjir bandang per 24-26 Februari 2021:

1. Provinsi Banten: Cilegon, Serang, Kota Serang, Kota Tangerang, Tangerang, Tangerang Selatan
2. Provinsi DKI Jakarta: Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Barat,
3. Provinsi Jawa Barat: Bogor, Depok, Bekasi, Kota Bekasi, Indramayu, Sukabumi, Kota Sukabumi, Cianjur
4. Provinsi Jawa Tengah: Semarang, Demak, Grobogan, Kudus, Pati, Jepara, Brebes, Kota Tegal, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kota Pekalongan, Kendal
5. Provinsi Jawa Timur: Malang, Lumajang, Pasuruan, Probolinggo, Jember, Bondowoso, Situbondo
6. Provinsi Bali: Buleleng, Tabanan, Badung, GIanyar, Bangli, Karang Asem
7. Provinsi Nusa Tenggara Barat: Lombok Timur, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Barat, Sumbawa
8. Provinsi Sulawesi Selatan: Maros, Gowa, Takalar, Jeneponto, Makassar

2. Jakarta TCWC deteksi pusat tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara, berpotensi jadi bibit siklon tropis

Siaga! 57 Wilayah Ini Berpotensi Banjir Bandang karena Cuaca Ekstrem

BMKG, melalui Jakarta Tropical Cyclone Warning Center (Jakarta TCWC), telah mendeteksi adanya pusat tekanan rendah di wilayah perairan sebelah selatan Nusa Tenggara yang dapat berpotensi menjadi bibit siklon tropis inisial 98S. Bibit siklon 98S terpantau di Samudra Hindia sebelah selatan Jawa Timur dengan posisi di sekitar 13.7 derajat Lintang Selatan – 116.3 derajat Bujur Timur atau sekitar 625 km dari lepas pantai Jawa Timur.

Selain itu, pantauan citra satelit cuaca, dalam enam jam terakhir menunjukkan adanya aktivitas pertumbuhan awan konvektif dan terlihat juga pola konvektifitas yang kuat dari sistem 98S tersebut. Kecepatan angin maksimum di sekitar sistem bibit siklon 98S berkisar 25 knots atau 46 km/jam.

“Data angin per lapisan menunjukkan adanya sirkulasi di lapisan bawah yang sangat ideal untuk model pertumbuhan siklon tropis. Pada lapisan 700 mb dan 500 mb sirkulasi terlihat sedikit melebar dan bergeser ke utara,” tulis BMKG.

“Potensi bibit siklon 98S untuk menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan berada dalam kategori menengah hingga tinggi, dengan kecepatan angin maksimum pada sistem siklon dapat mencapai 35 knot atau 65 km/jam,” lanjut BMKG.

Pergerakan sistem siklon diprediksi menuju ke arah barat – barat daya menjauhi wilayah Indonesia. Mengingat saat ini posisi bibit siklon tersebut masih berada di luar wilayah tanggung jawab Jakarta TCWC, maka penamaan untuk siklon tropis tersebut akan dilakukan oleh TCWC Perth-Australia.

3. Bibit siklon itu secara tidak langsung bisa timbulkan cuaca ekstrem di wilayah Indonesia

Keberadaan bibit siklon tersebut cukup signifikan berdampak pada pembentukan pola konvergensi dan belokan angin di wilayah Sumatera Selatan, Jawa, sampai Nusa Tenggara. Secara tidak langsung dapat berdampak pada pembentukan potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang.

“Selain itu, dapat menimbulkan potensi angin kencang di wilayah perairan dan potensi gelombang tinggi di wilayah laut bagian selatan Jawa hingga Nusa Tenggara,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *