SpaceX Amankan Kontrak Roket ke Bulan dari NASA Rp40,4 Triliun

SpaceX Amankan Kontrak Roket ke Bulan dari NASA Rp40,4 Triliun

SpaceX Amankan Kontrak Roket ke Bulan dari NASA Rp40,4 Triliun

Nasa Gandeng SpaceX Untuk Bawa Manusia ke Bulan - USS Feed

Di lansir dari green-squalle.net, SpaceX berhasil mengamankan kontrak dari NASA senilai 2,89 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp40,4 triliun untuk membangun pesawat ruang angkasa yang akan mendaratkan astronot di bulan.

Program pendaratan manusia di bulan yang di kenal sebagai Artemis ini akan menjadi misi pendaratan pertama dalam lima dekade.

1. Kekalahan bagi Blue Origin

Di kutip dari IDN Poker APK, terpilihnya SpaceX, perusahaan roket Elon Musk itu bukan hanya memberi tanggung jawab besar bagi perusahaan, tapi juga menandakan kekalahan besar bagi saingannya milik Jeff Bezos, Blue Origin.

Menurut CNN, Blue Origin telah mengusulkan untuk bekerja sebagai “Tim Nasional” bersama sejumlah perusahaan besar seperti Northrop Grumman. Dan Lockheed Martin, dan Dynetics yang berbasis di Alabama untuk merancang dan membangun misi pendarat di bulan. Mereka telah mengajukan penawarannya sendiri.

Namun pada akhirnya, SpaceX menang atas tawarannya untuk menggunakan pesawat ruang angkasa. Yang sudah di kembangkan sendiri oleh perusahaan di Texas Selatan.

2. Boeing turut terlibat

Roket buatan SpaceX yang di sebut Starship juga telah di tujukan Musk untuk mendaratkan manusia pertama di Mars. Penerbangan uji prototipe Starship awal semuanya berakhir dengan ledakan sejauh ini, tetapi perusahaan dengan cepat membangun kendaraan uji coba baru.

Selain SpaceX, perusahaan pesawat AS Boeing juga di kabarkan sedang membangun elemen utama lain untuk program Artemis, yang di sebut The Space Launch System atau SLS. Ini merupakan roket raksasa yang di rancang untuk membawa kapsul awak Orion ke bulan.

3. Memastikan keamanan misi

Tahun lalu, NASA mengumumkan tiga kontrak berbeda untuk pengembangan pendarat bulan, yang di berikan kepada “Tim Nasional” SpaceX dan Blue Origin. Upaya itu di tujukan agar masing-masing perusahaan membangun kendaraan operasional yang sukses dengan harga dan teknologi yang kompeten.

Watson-Morgan mengatakan pada pers conference Jumat (16/4/2021) bahwa NASA telah mendukung setiap mitra, memberikan analisis dukungan desain, ahli materi pelajaran, dan pengujian kepada semua kontraktor selama fase itu.

“NASA akan terus memberikan pengawasan ketat saat SpaceX melanjutkan pengembangannya, memastikan bahwa sistem ini akan aman bagi astronot kita,” katanya.

NASA mengatakan SpaceX juga akan di minta untuk melakukan misi demonstrasi tanpa awak, mendaratkan Starship di bulan, sebelum astronot terbang ke pesawat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *