Perlunya Orangtua Membiarkan Anak Belajar dari Kesalahan

Perlunya Orangtua Membiarkan Anak Belajar dari Kesalahan

Alasan Perlunya Orangtua Membiarkan Anak Belajar dari Kesalahan

Perlunya Orangtua Membiarkan Anak Belajar dari Kesalahan – Anak-anak melakukan berbagai kesalahan dengan jenis dan tingkatan. Dari mulai salah mengikat tali sepatu, menyakiti perasaan teman, berbuat curang, berbohong kepada orang tua, atau secara fisik menempatkan diri dalam bahaya. Setiap orangtua pasti selalu ingin anaknya bersikap baik dan bebas dari kesalahan. Wajar saja, karena harapan orangtua adalah kesuksesan bagi anak.

Tapi, apa benar orang sukses itu gak pernah melakukan kesalahan? Faktanya, mereka yang sukses telah melewati kegagalan berulang kali. Banyak orangtua yang buru-buru ingin membetulkan kesalahan anak, misalnya saat si kecil kesulitan mengikat tali sepatu atau mengancingkan baju. Orangtua ingin segera mengoreksi dan membantu.

Padahal, sangat penting memberi kesempatan pada anak untuk belajar dari APK IDN Poker IOS kesalahan yang dia lakukan. Untuk lebih jelasnya, simak uraian berikut tentang perlunya membiarkan anak belajar dari kesalahan.

Agar anak paham kalau dia bisa bangkit lagi setelah terjatuh

Kesalahan membantu anak belajar mengembangkan keterampilan. Ia akan mencari jalan untuk memperbaiki diri terus-menerus. Tanpa orangtua salahkan pun, sebenarnya anak sudah merasa tidak nyaman atas kesalahannya. Karena itu, dukunglah mereka. Biarkan anak mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk memperbaiki kesalahannya.

Dapat mengurangi risiko kecemasan berlebih di kemudian hari

Inilah dampak positif membiarkan anak belajar dari kesalahan, tentu jika orangtua mendukung dan membimbing anak untuk bangkit. Sebaliknya, anak akan cenderung khawatir dan takut gagal untuk mencoba pengalaman baru ketika orangtua terbiasa menyalahkan kesalahan anak. Dia akan menilai bahwa kegagalan itu memalukan, sehingga anak mudah cemas dan lebih memilih menyembunyikan kegagalannya.

Anak belajar tanggung jawab dari konsekuensi yang dia terima atas kesalahannya

Misalnya kotak peralatan tulis anak tertinggal di rumah, orangtua pun buru-buru mengantarkannya ke sekolah. Padahal, anak perlu belajar menerima konsekuensi atas kesalahannya. Dia akan belajar bahwa kelalaian membuatnya harus menanggung akibat, misalnya hukuman dari guru. Inilah yang dimaksud dengan anak belajar tanggung jawab.

Meningkatkan self realibility atau kemampuan menjadi pribadi yang bisa diandalkan

Ketika anak dibiarkan menerika konsekuensi atas kesalahannya, ia akan belajar kalau perbuatan keliru itu gak boleh diulang. Anak sendirilah yang harus punya kesadaran untuk berubah, bukan orangtuanya. Saat kesadaran ini muncul, anak akan menjadi pribadi yang bisa diandalkan atas setiap masalah yang dia hadapi.

Berhasil belajar dari kesalahan bisa meningkatkan rasa percaya diri anak

Misalnya anak gagal memasak nasi goreng pertama kali karena rasanya aneh dan gak enak. Percobaan kedua dan ketiga mungkin masih kurang enak. Tapi ia terus belajar dari kesalahan sampai akhirnya sukses membuat nasi goreng super lezat. Seketika, keberhasilan itulah yang bakal membuatnya percaya diri untuk belajar memasak menu-menu yang lain. Anak akan memahami kalau kemampuannya ternyata lebih besar dari kesalahannya.

Itulah beberapa alasan penting mengapa orangtua perlu membiarkan anak sesekali melakukan kesalahan. Parents, jangan buru-buru mengoreksi apalagi menyalahkan anak, ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *