Ekonomi Syariah Indonesia Ketinggalan dari Malaysia kata Erick Thohir

Ekonomi Syariah Indonesia Ketinggalan dari Malaysia kata Erick Thohir

Ekonomi Syariah Indonesia Ketinggalan dari Malaysia kata Erick Thohir

Ekonomi Syariah Indonesia Ketinggalan dari Malaysia kata Erick Thohir – Ekonomi syariah merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi rakyat yang dilhami oleh nilai-nilai Islam.

 Menteri BUMN Erick Thohir menyebut Indonesia masih ketinggalan dari negara muslim dunia lainnya untuk untuk sektor ekonomi dan keuangan syariah. Bahkan, Indonesia cukup jauh tertinggal dari Malaysia yang sudah mengadopsi perekonomian syariah sejak 58 tahun lalu.

“Dibanding negara muslim lainnya Indonesia memang sedikit terlambat menerapkan sistem keuangan syariah. Indonesia memulai ekonomi syariah 1991 dengan berdirinya Bank Muamalat. Sementara Malaysia mulai Withdraw Club388 menerapkan ekonomi syariah mulai 1963,” kata Erick dalam webinar ISEI (Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia),

1. Tapi Indonesia punya potensi besar ekonomi syariah

Meski ketinggalan mengadopsi perekonomian syariah dari negara muslim lainnya, Erick melirik ada potensi besar ke depannya bagi Indonesia dalam mengembangkan industri ini. Pada 2025, kata Erick, Indonesia akan memiliki 180 juta penduduk populasi muslim dewasa, di mana lebih dari 50 persen merupakan kalangan atas dan mayoritas bekerja di sektor swasta.

“Hal tersebut menjadi potensi besar bagi institusi penyedia layanan syariah mengingat industri halal yang semakin berkembang dari tahun ke tahun, menyesuaikan dengan demand dari negara-negara mayoritas penduduk muslim di seluruh dunia,” paparnya.

 

2. Aset perbankan syariah dan dana pihak ketiga kalahkan perbankan konvensional

Bos Kementerian BUMN itu mengatakan ada sejumlah indikator yang membuatnya percaya diri alis pede perekonomian Indonesia bisa menjadi besar. Pada tahun lalu misalnya, sektor jasa keuangan syariah mampu tumbuh cukup pesat.

Pertumbuhan aset perbankan syariah di 2020 meningkat sebesar 10,9 persen, sementara perbankan konvensional hanya sebesar 7,7 persen.

3. Pembiayaan sampai market share besar perbankan syariah

Indikator lain yang membuat Erick pede adalah pembiayaan perbankan syariah yang mencatat pertumbuhan terbesar 9,42 persen, jauh mengungguli perbankan konvensional yang hanya tumbuh 0,55 persen. Selain itu market share pasar modal syariah sudah mencapai 17,39 persen.

Tidak hanya itu, Erick mengatakan perkembangan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia di apresiasi dunia. Pada 2020, Indonesia di akui sebagai salah satu negara dengan progres terbaik di bidang ekonomi dan keuangan syariah oleh Refinitiv Islamic Finance Development Report 2020 yang menempatkan Indonesia nomor dua global sebagai The Most Development Countries in Islamic Finance.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *