Edukasi Penanganan Serangan Jantung dari Asprov PSSI Yogya

Edukasi Penanganan Serangan Jantung dari Asprov PSSI Yogya

Edukasi Penanganan Serangan Jantung dari Asprov PSSI Yogya

Edukasi Penanganan Serangan Jantung dari Asprov PSSI Yogya – Pengertian Serangan Jantung. Sindrom koroner akut atau serangan jantung adalah gangguan jantung serius ketika otot jantung tidak mendapat aliran darah. Kondisi ini akan mengganggu fungsi jantung dalam mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Dalam dunia kedokteran, serangan jantung disebut juga sebagai infark miokard.

Kasus meninggalnya Ricky Yacob pada 21 Oktober 2020,membuka kembali mata semua orang, bahwa serangan jantung merupakan hal yang tak bisa diprediksi. Pagi itu, Ricky sedang bermain sepak bola di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta. Tiba-tiba, ia terjatuh dan dilarikan ke rumah sakit. Nyatanya, itu merupakan permainan terakhir dari sosok yang dikenal sebagai legenda sepak bola Indonesia tersebut.

Sebagai salah satu aksi preventif jika hal yang sama kembali terulang, Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Yogyakarta mengeluarkan video yang berisi langkah-langkah penanganan yang mesti dilakukan ketika serangan jantung melanda. Khususnya, video ini berisi penanganan tentang idn poker deposit pulsa apa-apa yang harus dilakukan saat seseorang tiba-tiba kolaps di atas lapangan.

1. Kenali gejala serangan jantung mendadak

Dalam video itu, Dokter Muhammad Ikhwan Zein selaku pemateri menyebut bahwa serangan jatung mendadak bisa melanda siapa saja. Alhasil, orang-orang harus tahu tentang penanganan terhadap serangan jantung mendadak.

Langkah pertama yang harus dipahami adalah mengenali gejala serangan jantung mendadak. Ketika ada seseorang, termasuk atlet, yang tiba-tiba roboh, kehilangan kesadaran, bernafas tidak normal, dan kejang-kejang dengan ritme rendah, itu merupakan tanda dari serangan jantung.

Jika gejala ini muncul, maka perlu ada beberapa langkah lagi yang harus ditempuh.

2. Cek kondisi orang yang kolaps karena gejala serangan jantung mendadak

Setelah munculnya gejala di atas, langkah yang selanjutnya mesti dilakukan adalah cek kondisi dari orang tersebut. Pertama, panggil tim ambulans yang ada (usahakan memiliki Defibrilator/AED) dan amankan lingkungan sekitar.

Lalu, periksa denyut jantung dari orang tersebut, paling lama 10 detik. Ketika tidak ada denyut jantung yang terdeteksi dari orang tersebut, langkah selanjutnya yang bisa ditempuh adalah memberikan pertolongan resusitasi jantung paru, sembari menunggu tim ambulans datang.

Malah, jika memungkinkan, proses resusitasi 2 penolong bisa dilakukan. Dengan catatan, ada satu orang yang bisa melakukan resusitasi, dan satu orang yang bisa memberikan nafas buatan.

3. Lakukan resusitasi jantung paru

Asprov PSSI Yogya Beri Edukasi Penanangan Serangan Jantung

Resusitasi ini adalah proses pertolongan pertama dengan tujuan agar terjadi pengembangan terhadap dada orang yang kolaps. Ada beberapa langkah yang harus ditempuh dalam melakukan resusitasi ini.

Pertama, pastikan tangan dominan penolong lurus dengan bagian tengah dada korban (kurang lebih 2 jari di atas ulu hati). Tekan dengan kedalaman 5-6 cm, lalu lakukan penekanan dengan kecepatan min. 100 kali per menit (100 sampai 120 kali).

Jika memungkinkan, lakukan resusitasi 2 penolong. Langkahnya tidak beda jauh dengan resusitasi jantung paru. Bedanya, dalam resusitasi ini, ada bantuan nafas yang diberikan. Pastikan rasio antara kompresi dan nafas yang diberikan 30:2, yaitu setiap 30 kompresi diberikan 2 kali bantuan nafas.

Lakukan resusitasi ini sampai dada orang yang kolaps berkembang dalam setiap kompresi. Minimalisasi gangguan dan interupsi, dan terus lakukan ini hingga tim ambulans yang memiliki defibrilator datang.

Nah, itulah langkah-langkah pertolongan pertama yang bisa dilakukan untuk orang atau atlet yang terkena serangan jantung mendadak. Dengan adanya pertolongan pertama ini, setidaknya kita tahu apa yang mesti dilakukan saat ada orang yang tiba-tiba kolaps.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *